| Channel bandwidth 5 MHz |
| Duplex mode FDD and TDD |
| Downlink RF channel structure Direct spread |
| Chip rate 3.84 Mbps |
| Frame length 10 ms |
| Spreading modulation Balanced QPSK (downlink) |
| Dual-channel QPSK(uplink |
| Complex spreading circuit |
| Data modulation QPSK (downlink) |
| BPSK (uplink) |
| Channel coding Convolutional and turbo codes |
| Coherent detection User dedicated time multiplexed pilot (downlink |
| and uplink), common pilot in the downlink |
| Channel multiplexing in downlink Data and control channels time multiplexed |
| Channel multiplexing in uplink Control and pilot channel time multiplexed |
| I&Q multiplexing for data and control channel |
| Multirate Variable spreading and multicode |
| Spreading factors 4–256 (uplink), 4–512 (uplink) |
| Power control Open and fast closed loop (1.6 kHz) |
| Spreading (downlink) OVSF sequences for channel separation |
| Gold sequences 218-1 for cell and user separation |
| (truncated cycle 10 ms) |
| Spreading (uplink) OVSF sequences, Gold sequence 241 for user |
| separation (different time shifts in I and Q channel, |
| truncated cycle 10 ms) |
| Handover Soft handover |
| Interfrequency handover |
Showing posts with label drivetest. Show all posts
Showing posts with label drivetest. Show all posts
Friday, October 16, 2015
PARAMETER 3G NETWORK
Handover Dalam Sistem Jaringan 3G
GSM
(Global System for Mobile communication) adalah suatu teknologi yang
digunakan dalam komunikasi mobile dengan teknik digital. Sebagai teknologi yang
dapat dikatakan cukup revolusioner karena berhasil menggeser teknologi sistem
telekomunikasi bergerak analog yang populer pada dekade 80-an, GSM telah
memberikan alernatif berkomunikasi baru bagi dunia telekomunikasi yang lebih
powerful. Dengan menggunakan sistem sinyal digital dalam transmisi datanya,
membuat kualitas data maupun bit rate yang dihasilkan menjadi lebih baik
dibanding sistem analog. Teknologi GSM saat lebih banyak digunakan untuk
komunikasi seluler dengan berbagai macam layanannya. Dalam kehidupan
sehari-hari kita lebih mengenal Handphone (HP) sebagai aplikasi teknologi GSM
yang paling populer. Sejak pertama pengimplementasiannya sampai sekarang GSM
telah dikembangkan dalam tiga kelompok yaitu GSM 900, 1800 dan 1900. Perbedaan
ketiga kelompok tersebut adalah pada lokasi band frekuensi yang digunakan. GSM
900 menggunakan frekuensi 900 MHz sebagai kanal transmisinya. GSM 1800 dan 1900
masing-masing menggunakan frekuensi 1800 dan 1900 MHz.
Arsitektur
Jaringan GSM
Sebuah
jaringan GSM dibangun dari beberapa komponen fungsional yang memiliki fungsi
dan interface masing-masing yang spesifik. Secara umum jaringan GSM dapat
dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu :
-
Mobile Station
-
Base Station Subsystem
-
Network Subsystem
jaringan
GSM secara umum dapat dilihat pada gambar yang terdiri dari :
a.
Mobile Stasion (MS)
MS
merupakan perangkat yang digunakan oleh pelanggan untuk melakukan komunikasi.
MS terdiri dari dari Mobile Equipment (ME) dan Subcriber Identity
Module (SIM). ME merupakan terminal transmisi radio yang dilengkapi dengan International
Mobile Equipment Identity (IMEI), sedangkan SIM berisi nomor identitas
pelanggan untuk masuk ke jaringan operator GSM.
b.
Base Stasion System (BSS)
BSS terdiri dari tiga perangkat
yaitu :
Base Transceiver Station ( BTS )
BTS merupakan perangkat pemancar dan
penerima yang menangani akses radio dan berinteraksi langsung dengan mobile
station (MS) melalui air interface. BTS
juga mengatur proses handover yang terjadi didalam BTS itu sendiri dan
dimonitor oleh BSC.
Base
Station controller ( BSC )
BSC
adalah interface antara BTS dengan MSC dan OMC. BSC juga mengendalikan
beberapa BTS serta mengatur trafik yang datang dan pergi dari BSC menuju MSC
atau BTS. BSC memanajemen sumber radio dalam pemberian frekuensi untuk setiap
BTS dan mengatur handover ketika mobile station melewati batas
antar sel.
Transcoder
(XCDR)
XCDR
berfungsi untuk mengkompres data atau suara keluaran dari MSC (64 Kbps) menjadi
16 Kbps ke arah BSC dan sebaliknya untuk effisiensi kanal transmisi.
c.
Network Switching System (NSS)
NSS
berfungsi sebagai switching pada jaringan GSM, memanajemen jaringan,
sebagai interface antara jaringan GSM dengan jaringan lainnya. Komponen
NSS pada jaringan GSM terdiri dari :
Mobile
Switching Center ( MSC )
MSC
bertugas mengatur komunikasi antar pelanggan dan user jaringan
telekomunikasi lainnya.
§
Home Location Register ( HLR )
HLR
merupakan database yang berisi data pelanggan yang tetap suatu wilayah
cakupan. Data-data tersebut antara lain, layanan pelanggan, service tambahan
dan informasi
mengenai
lokasi pelanggan yang paling akhir
§
Visitor Location Register ( VLR )
VLR
merupakan database yang berisi informasi sementara mengenai pelanggan yang
melakukan mobile (roaming) dari area cakupan lain.
§
Authentication Center ( AuC )
AuC
berisi data base yang bersifat rahasia yang disimpan dalam bentuk format
kode untuk pengamanan dan pengontrolan penggunaansistem seluler yang sah dan
mencegah pelanggan yang melakukan kecurangan..
§
Equipment Identity Register (EIR)
Merupakan
data base terpusat yang berfungsi untuk validasi Internasional Mobile
Equipment Identity (IMEI).
§
Inter Working Function (IWF)
IWF
berfungsi sebagai interface antara jaringan GSM dengan jaringan lain.
§
Echo Canceller (EC)
EC digunakan untuk sambungan dengan
PSTN untuk mengurangi echo (gaung/gema) dan delay.
d.
Network Management System
§
Operation and Maintenance Center ( OMC )
OMC
sebagai pusat pengontrolan operasi dan pemeliharaan jaringan. Fungsi utamanya
mengawasi alarm perangkat dan perbaikan terhadap kesalahan operasi.
§
Network Management Centre (NMC)
NMC
berfungsi untuk pengontrolan operasi dan pemeliharaan jaringan yang lebih besar
dari OMC.
Konsep
Dasar Jaringan WCDMA-UMTS
WCDMA
merupakan teknologi generasi ketiga (3G) yang berbasis packet service dengan
menggunakan standar Direct Sequence Spread Spectrum dan modulasi RF yang
digunakan adalah QPSK saat uplink maupun downlink. Standar bandwidth yang
dipakai sebesar 5 Mhz yang dapat ditingkatkan sampai dengan 10 Mhz, 15 Mhz, dan
20 Mhz. Sedangkan dukungan mobilitas yang dapat dilayani sampai dengan 120
km/jam. Beberapa hal yang dimiliki oleh teknologi WCDMA ini adalah :
·
Mendukung pengiriman data dengan kecepatan tinggi (> 384 kbps pada lingkup
area yang lebar dan dapat mencapai 2 Mbps pada daerah indoor/local outdoor
coverage)
·
Sistem layanan yang fleksibel yang mendukung multiple parallel variable rate
services pada tiap-tiap koneksi,
· Dukungan terhadap handover antar
frekuensi untuk pengoperasian dengan struktur sel yang bertingkat,
· Implementasi yang mudah pada
terminal dual mode UMTS/GSM baik itu handover diantara UMTS dan GSM,
· Kerahasiaan yang tinggi,
· Dapat diaplikasikan pada
lingkungan interferensi yang tinggi,
· Menyediakan kapasitas yang lebih
besar daripada sistem FDMA, TDMA, maupun NarrowBand CDMA.
Kelebihan lainnya secara teknis
adalah teknologi WCDMA memiliki laju data yang tinggi yang mampu mencapai 5,6
Mbps dan mampu melayani 196 user tiap kanalnya, jauh lebih besar dari teknologi
GSM yang hanya mampu menangani 8 user tiap kanalnya UMTS adalah salah satu
teknologi seluler pada generasi ketiga yang menggunakan teknologi WCDMA sebagai
interfacenya. UMTS dikembangkan oleh IMT-2000 framework
yang merupakan salah satu bagian dari program ITU.
Secara
garis besar arsitektur jaringan WCDMA-UMTS terdiri atas tiga bagian utama yaitu
:
§
User Equipment (UE) :
perangkat
pada sisi pelanggan yang berupa headset untuk mengirim dan menerima informasi.
§
UMTS Terresterial Radio Access Network (UTRAN) :
jaringan
akses radio terestrial pada UMTS
§
Core Network (CN) :
jaringan
inti yang telah dibangun sebelum adanya UMTS seperti GSM dan GPRS.
Handover
Handover
merupakan proses pengalihan kanal traffic
secara otomatis pada Mobile Station (MS) yang sedang digunakan untuk
berkomunikasi tanpa terjadinya pemutusan hubungan. Hal ini menjelaskan bahwa handover
pada dasarnya adalah sebuah call koneksi yang bergerak dari satu sel
ke sel lainnya. Secara umum Handover dapat didefenisikan sebagai
prosedur, dimana ada perubahan layanan pada MS dari satu Base Station (BS)
ke BS yang lain. Proses ini memerlukan alat pendeteksi untuk mengubah status dedicated
node (persiapan handover) dan alat untuk menswitch komunikasi
yang sedang berlangsung dari suatu kanal pada sel tertentu ke kanal yang lain
pada sel yang lain. Keputusan untuk sebuah handover dibuat oleh Base
Station Centre (BSC), yaitu dengan mengevaluasi secara permanent pengukuran
yang diambil oleh BTS dan MS. Pengukuran rata-rata (Px) oleh BSC dibandingkan
dengan nilai-nilai ambang batas (threshold); jika Px melebihi nilai threshold
maka dimulai proses handover dengan mencari sebuah sel target yang
cocok.
Tahap-tahap
dari proses handover
§
Tahap Pengukuran (Measurement), dilakukan pengukuran informasi penting
yang dibutuhkan untuk tahap decision. Pengukuran arah DL yang lakukan oleh MS
adalah sebesar Ec/Io dari CPICH sel yang sedang melayani dan sel-sel tetangga.
§
Tahap Keputusan (Decision), hasil pengukuran di bandingkan dengan threshold
yang telah di tetapkan sebelumnya. Kemudian akan diputuskan apakah akan
dilakukan handover atau tidak. Algoritma handover yang berbeda akan
memiliki kondisi trigger yang berbeda pula. Tahap Eksekusi (Execution),
proses handover selesai dan parameter relatif diubah berdasarkan jenis handover-nya.
Sebagai contoh hubungan dengan Node B apakah ditambah atau diputuskan
Pilot
Sets
Pilot
set atau kanal pilot diidentifikasikan
oleh pilot offset dan penempatan frekuensi. Kanal inilah yang menjadi
acuan dalam penentuan kondisi handover:
§
Active Set, adalah pilot yang dikirimkan oleh BTS dimana UE tersebut
aktif. BS menginformasikan isi active set dengan channel assignment message atau
handover direction message.
§
Candidate Set, terdiri dari pilot yang tidak termasuk active
set. Pilot ini harus diterima dengan sinyal yang baik untuk mengindikasikan
bahwa kanal trafik link forward yang dibawa dapat dimodulasikan dengan
baik.
§
Neighbor Set, adalah pilot yang digunakan untuk memberitahukan
sel terdekat untuk proses handover.
§
Remaining Set, terdiri dari keseluruhan pilot dalam sistem
kecuali yang termasuk kedalam active set, candidate set dan neighbor
set
Tipe-tipe
Handover Dalam Sistem WCDMA
Ada 3 Tipe handover dalam
sistem komunikasi bergerak WCDMA yaitu:
·
Intra sistem Handover
Intra
sistem handover mengarah pada
satu sistem. Intra sistem handover ini dapat dibagi
menjadi Intra frekuensi handover dan
inter frekuensi handover.
·
Inter sistem Handover
Inter
sistem handover mengambil
tempat diantara cell yang berdasarkan 2 teknologi radio akses (RAT) atau
mode radio akses (RAM) yang berbeda. Keadaan yang paling sering untuk tipe
pertama adalah menduga diantara sistem WCDMA dam GSM/EDGE. Handover diantara
dua sistem CDMA yang berbeda juga berdasarkan tipe ini. Sebuah Contoh untuk
dari inter RAM handover adalah ultra FDD dan ultra TDD.
·
Soft Handover dan Softer Handover
Saat
soft handover, MS secara simultan berkomunikasi dengan 2 atau lebih cell
untuk BTS yang berbeda dari RNL (Intra RNC) yang berbeda. Pada arah downlink,
mobile menerima dua sinyal untuk rasio kombinasi yang maksimal. Pada
arah uplink (UL) kode saluran mobile di deteksi dengan kedua BTS
dan dirutingkan ke RNC untuk pemilihan kombinasi. Didalam situasi softer
handover, mobile sedikitnya dikontrol oleh 2 sektor dibawah satu BS,
RNC tidak dilibatkan dan hanya ada satu loop kontrol power aktif . Soft
handover dan softer handover dapat digunakan dengan sebuah frekuensi
carrier sehingga ada pemrosesan intra frekuensi Handover.
Inter-system Handover (ISHO)
Inter-system
HO terjadi di antara sel-sel yang memiliki dua teknologi akses radio (Radio
Access Technology : RAT) yang berbeda atau mode akses radio (Radio
Access Mode : RAM) yang berbeda. Kasus yang paling sering untuk handover
jenis ini diperkirakan terjadi antara sistem WCDMA ke GSM (3G – 2G) begitu
juga sebaliknya (2G – 3G). Dilihat dari arsitektur jaringannya, gambar 2.5
berikut ini menunjukkan proses handover yang terjadi dalam jaringan
WCDMA-UMTS dan GSM.
Dalam
WCDMA-UMTS, proses inter-system handover untuk layanan berbasis circuit
switch didasarkan pada proses hard handover dimana saat handover terjadi,
link trafik asal dari node B / BS akan di drop sebelum setting up pada
link BS / node B yang baru selesai, sehingga hard handover disebut juga proses break
before make.
Fungsi utama dari “Better Cell
Handover”
(Power
Budget HO) adalah untuk meminimasi power RF yang diperlukan bagi komunikasi
antara MS/UE dengan jaringan (base station). Meminimasi daya RF, mengurangi interferensi
radio di seluruh jaringan dan meningkatkan daya tahan baterai dari MS/UE.
Kondisi Power Budget PBGT mempertimbangkan cell UMTS tetangga, yang
membandingkan level penerimaan downlink dari serving cell (GSM) dan level
penerimaan pada cell tertangga (WCDMA – UMTS). Handover margin adalah sebuah
threshold yang dapat digunakan untuk menghindari osilasi handover antara
serving cell GSM dan cell tetangga (GSM atau UMTS).
PCS DARI TEKNOLOGI PHS
Teknologi komunikasi berkembang seiring dengan bertambahnya
tahun. Komunikasi tanpa kabel (wireless) cukup diminati di berbagai negara
sebagai salah satu solusi untuk mencukupi kebutuhan sarana telekomunikasi.
Pada tahun ini implementasi sistem komunikasi wireless sudah memasuki
teknologi PCS (Personal Communication System). Sistem ini dapat
dimplementasikan atau diterapkan dengan berbagai teknologi. Adapun teknologi
yang dimaksud adalah DECT (Digital Enhanced Cordless Telecommunication), PHS
(Personal Handyphone System), CDMA (Code Division Multiple Access) dan DCS
1800. DECT dan PHS dikembangkan dari teknologi cordless digital sedangkan DCS
1800 dikembangkan dari teknologi seluler digital. PCS tidak hanya menyediakan pelayanan komunikasi suara tetapi juga data, fax dan jasa lain yang masih dikembangkan sekarang. Dengan kenyataan tersebut diharapkan akan dapat bersaing dengan jasa lain yang sudah terlebih dahulu ada, seperti pager, GSM, dan trunk radio.
Khusus pada tulisan ini akan diuraikan PCS dengan menggunakan teknologi PHS.
Teknologi PCS
Teknologi PCS kalau dilihat dari perkembangannya sudah
memasuki ke generasi ke dua setengah sebelum memasuki ke generasi ke III yang
dikenal dengan FPLMTS (Future Public Land Mobile Telecommunication System).
Adapun generasi sebelumnya generasi I dan generasi II) adalah teknologi
cordless dan selular analog dan teknologi cordless dan selular digital. Untuk
lebih jelasnya kedudukan teknologi PCS dalam perkembangannya, akan digambarkan
sebagai berkut :
Walaupun pendekatan pengembangan teknologi PCN/PCS berbeda, namum mempunyai
tujuan yang sama yaitu memberikan layanan komunikasi personal yang tidak
bergantung pada tempat dan waktu (any time, any where). Tiap-tiap teknologi
komunikasi bergerak dengan teknologi digital menganggap bahwa teknologinya
adalah merupakan PCS/PCN atau paling tidak merupakan generasi awal dari
PCS/PCN. Saat ini telah dikenal beberapa standar teknologi yang merupakan
generasi awal PCN/PCS, diantaranya yang berbasis teknologi selular digital (al.
GSM, DCS-1800, CDMA-IS95, D-AMPS), cordless digital (al. DECT, PHS, PACS) dan
satelit (al. Iridium, Globalstar, Odessey). PCS direncanakan menjadi jaringan global pada milenium ke dua. Sebutan PCS sendiri dikenal di Amerika, sedangkan di Eropa dikenal dengan sebutan PCN (Personal Communication Network). PCS mulai dikomersialkan di US pada tanggal 23 September 1993, ketika Federal Communications Commission (FCC) mengesahkan band frekuensi untuk PCS yaitu 1850 – 2200 MHz. PCS di Amerika merupakan pengembangan teknologi 800 MHz selular yang dikenal dengan nama Digital AMPS (IS-54). Di Eropa PCN merupakan pengembangan teknologi sistem telekomunikasi bergerak (Mobile Telecommunication System) generasi ke dua, yaitu Digital Cellular Radio (GSM 900) yang bekerja pada frekuensi 900 MHz ke teknologi Digital Cellular System (DCS 1800) yang bekerja pada spektrum frekuensi 1800 MHz.
Pengembangan PCS di Jepang mengacu pada pengembangan layanan dasar yang dikenal sebagai personal connection ke layanan modern yang dikenal sebagai personalized services yang mempunyai mobilitas tinggi yang menggunakan akses radio, sehingga berkembang sistem yang disebut Personal Handy Phone (PHP) dan sekarang dikenal menjadi Personal Handy Phone System (PHS).
PCS adalah konsep komunikasi mobile yang tinggi yang mirip dengan konsep yang dipakai pada sistem seluler di beberapa hal. Misalnya sistem seluler mempunyai diameter sel (base stations) sampai beberapa kilometer, PCS menggunakan jumlah sel yang lebih banyak dengan radius yang lebih kecil (mikro sel). Radius dari sel PCS biasanya lebih kecil dari 1 (satu) kilometer.Karena PCS dikembangkan dari teknologi digital, ini akan dengan mudah menghandle data, message, paging dan layanan multimedia.
Dua organisasi standar Telecommunications Industry Association (TIA) dan Alliance for Telecommunications Industry Solutions (ATIS) membentuk Joint Technical Committee (JTC) yang diberi tugas untuk membuat standard PCS. JTC memperkenalkan PCS band ke dalam 2 group :
- tingkat tinggi, untuk sistem seluler digital
- tingkat rendah, untuk telepon cordless digital
Komite sedang bekerja membuat standar air interface untuk
PCS. Sekarang sedang dipikirkan variasi di TDMA dan CDMA.
Kebutuhan sistem PCS/PCN adalah menunjang ke arah pocketable, lightweight,
easy to use dan low cost hand-sets. Dibandingkan teknologi sebelumnya, fixed telepon dan cellular telepon maka PCS dapat sebagai jembatan diantara keduanya. Untuk lebih jelasnya akan ditampilkan seperti gambar berikut :
Gambar 2. Posisi
market PHS
Dilihat dari segi mobilitasnya, teknologi PCS lebih rendah jika dibandingkan
dengan teknologi selular. Teknologi PCS hanya sampai kecepatan sekitar 40
km/jam. Dengan parameter tersebut, maka PCS sangat cocok diterapkan di daerah
yang padat misalnya : mall, supermarket, stasiun, bandar udara, universitas,
rumah sakit, perusahaan dan sebagainya. Sebagai kompensasinya, harga pulsa dari
teknolgi PCS diantara fixed telepon dan teknologi selular dalam arti lebih
tinggi dari harga pulsa telepon tetap tetapi lebih rendah jika dibanding dengan
telepon selular. Diperkirakan tarif PCS sekitar 10 % s/d 20 % di atas tarif
PSTN. Ditinjau dari radius tiap selnya, maka sistem PCS menggunakan sistem mikro sel (antara 100-500 meter).
Konfigurasi dan Spesification PHS (Personal Handy Phone System)
Dalam implementasinya teknologi PHS dapat dikonfigurasi
sesuai dengan kehendak operatornya yaitu secara struktur terpisah (independent
layer) dan combine (dependent layer) dengan PSTN/ISDN. Namum walaupun PHS dapat
dikonfigurasikan menyatu/combine dengan PSTN/ISDN, tetapi merupakan
lapisan/layer yang terpisah dengan PSTN, sebagaimana halnya pada jaringan STBS.
Arsitektur jaringan PHS bila digunakan secara optimal, terdiri dari 4 elemen
utama, yaitu PHS Switch, Cell Site (CS), PHS Adaptor dan Personal Station (PS).
Konfigurasi PHS dengan struktur yang terpisah dengan PSTN.
Dalam konfigurasi ini terlihat bahwa secara struktur
jaringan PHS terpisah sama sekali dengan jaringan PSTN/ISDN sebagaimana halnya
pada jaringan STBS.
Sebagaima pada jaringan selular, jaringan PHS dapat juga dibentuk dengan
layer yang terpisah dengan PSTN/ISDN. Dalam hal ini elemen-elemen jaringan PHS
harus dibangun baru. Sistem ini merupakan sistem yang mandiri, untuk hubungan
dengan network lain dilakukan dengan interkoneksi pada tingkat trunk (Gateway).
Salah satu keuntungkan dari aplikasi ini adalah, bila dilakukan pengembangan tidak tergantung pada network lain (PSTN/ISDN), namum kelemahannya memerlukan investasi awal yang besar untuk membangun infrastruktur jaringan yang mahal dan tidak menerapkan konsep integritas.
Gambar 3.
Konfigurasi PHS terpisah dari PSTN
Konfigurasi PHS menyatu/combine dengan PSTN/ISDN
Dalam konfigurasi ini, infrastruktur PSTN/ISDN (al. Sentral
local, Jaringan kabel lokal), namum dalam konfigurasi ini persyaratan yang
harus dipenuhi adalah sentral lokal harus mempunyai kapabilitas CCS#7.
Dalam konfigurasi ini Cell Station (CS) berfungsi sebagai titik pembagi
pelanggan yang dihubungkan ke sentral lokal dengan menggunakan U-Interface (2
B+D) 2 wire. Salah satu keuntungan mengaplikasikan konfigurasi ini adalah dapat mengoptimalkan sentral-sentral lokal yang ada, namun persyaratan utama yang harus dipenuhi adalah sentral lokal tersebut harus mempunyai kapabilitas CCS#7. Hal ini tersebut diperlukan untuk mengintegrasikan data pelanggan PHS yang menginduk dari berbagai sentral lokal yaitu dengan menyediakan data pelanggan berbasis teknologi IN. Maka pemisahan fungsi (akses, transport dan service) dilakukan dengan fasilitas IN dan konsep yang terintegrasi ini sudah dapat dinyatakan sebagai basis menuju FPLMTS/UMTS. Namun dari berbagai informasi pemasok PHS, untuk saat ini hanya sentral NEAX61 yang dapat diintegrasikan ke jaringan PHS pada konfigurasi ini.
Gambar 4.
Konfigurasi PHS menyatu dengan PSTN
Telecommunication Technology Council telah menguji unjuk basis teknik pada
standard interface antara PS (Personal Staion) dan CS (Cell Station). Pada
bulan April 1993 TTC mengirimkan laporan standar interface ke MPT (Ministry of
Post and Telecommunications of Japan). Air Interface telah distandarisasi di
RCR STD-28 oleh ARIB (Association of Radio Industries and Businesses).
Specification air interface RCR STD-28 yang dimaksud adalah seperti dtabelkan
berikut ini :
Tabel 1. Air
Interface PHS
|
|
Fekwensi kerja
|
(1895 - 1918.1) MHz
|
Frek spac.
|
300 KHz
|
Modulasi
|
p / 4 shift QPSK
|
Metoda akses
|
TDMA-TDD
|
Traffic channel / RF carrier
|
4 Ch.
|
Voice coding
|
32 Kbps/ADPCM
|
Radio Transmission rate
|
384 Kbps
|
CS Tx Power
|
500 mW atau lebih kecil
|
PS Tx Power
|
10 mW atau lebih kecil
|
Frequency planning
|
Dynamic Channel Allocation (no frequency planning)
|
TDMA Frame
|
5 ms
|
Standarisasi network interface berdasarkan interface ISDN, yang dimodifikasi untuk mendukung fungsi spesifik PHS seperti lokasi registrasi, autentikasi dan handover.
Konsep Layanan PHS
PHS diharapkan dapat memenuhi komunikasi personal dan
multimedia sebagai media komunikasi yang mudah digunakan. Dengan teknologi
sistem personal yang berbasis digital cordless yang digunakan untuk PCS.
Digital cordless dapat memberikan kualitas suara yang baik dan privasi,
sehingga dapat melayani pengguna jasa telekomunikasi pada area-area dengan
kepadatan pelanggan tinggi. Seperti dikatakan di atas, bahwa PHS dapat
menjembatani antara seluler dan telepon public.
Perkembangan dari sistem telekomunikasi mobile pada hakekatnya harus
memenuhi beberapa kategori : - Efektif terhadap penggunaan frekuensi radio, dalam kenyataannya frekuensi radio adalah terbatas dan dalam frekuensi yang sama tidak dapat digunakan pada waktu dan tempat yang sama.
- Memungkinkan untuk service ke depan, syarat mutlak untuk menuju personal communications
- Sistem yang ekonomis, untuk service ke depan sistem akan menjadi semakin komplek dan biayanya akan bertambah.
PHS adalah konsep baru sistem komunikasi yang menyediakan
ekonomikal akses wireless "anytime dan anywhere " untuk komunikasi
personal. Hal-hal prinsip yang menunjang konsep teknologi PCS/PCN telah
disediakan oleh PHS yakni satu nomor untuk satu orang, telekomunikasi dimana
dan kapan saja, komunikasi bergerak dengan telepon genggam mungil serta dengan
harga dan tarif pulsa yang lebih terjangkau.
Teknologi PHS juga mirip dengan telepon cordless perumahan, tetapi
menyelenggarakan feature-feature komunikasi digital lanjutan. Fungsi ini mirip
dengan seluler sistem, dapat melakukan handoff dari satu sel ke sel yang
lainnya tetapi sebatas kecepatan orang naik sepeda saja (sekitar 40 km/jam). Konsep dari sistem PHS sebagai layanan PCS sesungguhnya adalah dapat diterapkan sebagai home cordless phone, public service, wireless PABX dan walky talky. Gambar di bawah ini dapat mendiskripsikan service-service yang dimaksud :
Gambar 5. PHS
pada aplikasi mobile
- Telepon cordless
Biasanya dipakai di rumah-rumah,
dan cukup membantu dalam hal mobilitynya walaupun sangat terbatas sekali (harus
dekat dengan telepon fixnya).
- Wireless PBX
Digunakan sebagai telepn wireless
di kantor-kantor. Sistem terdiri dari PS (personal station), CS (cell station)
dan wireless PBX. Interface wireless diantara PS dan CS distandarisasi oleh
ARIB. Feature pada aplikasi PHS pada sistem indoor adalah :
a. Bisa digunakan komunikasi anywhere di dalam
kantor
b. Komunikasi bukan suara dapat diaplikasikan seperti fax dan terminal data
b. Komunikasi bukan suara dapat diaplikasikan seperti fax dan terminal data
PHS merupakan sistem telekomunikasi yang dirancang sebagai
PCS yang memiliki konsep terminal mobility, personal mobility dan Service
management. Ketiga konsep tersebut akan dijabarkan sebagai berikut:
1). Terminal mobility
1). Terminal mobility
Terminal diharuskan dapat
mangakses jasa telekomunikasi dari lokasi yang bergerak. Dan terdapat dua hal
yang dibutuhkan dalam mewujudkan konsep ini yaitu Common Air Interface dan
alokasi spektrum radio.
Common Air Interface
Common Air Interface merupakan faktor kritis pada
PCS karena memberi jaminan terhadap kompabilitas antar perangkat dari produk
yang berbeda, sehingga pengguna PCS dapat menggunakan terminal yang sama baik
didalam gedung maupun diluar gedung, juga untuk melakukan hubungan dengan
jaringan PCS publik atau pribadi di manapun juga.
2). Personal Mobility
Personal mobility adalah
kemampuan pengguna untuk mengakses jasa dari terminal manapun dan kemampuan
jaringan untuk melokalisir yang berasosiasi dengan pengguna, yang digunakan
untuk keperluan addressing, routing dan charging yang diwujudkan melalui
personal directory number atau universal personal number. Konsep ini
memungkinkan pelacakan personal dimanapun lokasinya tergantung pada jenis
terminal, jenis jasa (suara atau data) dan jenis aksesnya (akses radio atau
kabel).
3). Service Management
Konsep ini memungkinkan pengguna
untuk memiliki tingkat kontrol yang lebih tinggi terhadap jasa yang ditawarkan
baik jasa yang ditawarkan baik jasa voice maupun non-voice misalnya, kemampuan
untuk mengontrol kapan, siapa atau darimana dan ke terminal mana suatu panggilan
akan diteruskan, kemampuan untuk mengontrol jumlah tagihan dan lain-lain.
Sistem PHS pada penerapannnya menawarkan seamless
service dimana terminal PHS yang sama dapat digunakan di lingkungan publik, di
perkantoran sebagai telepon extention ataupun sebagai telepon cordless di
rumah. Sistem ini termasuk portable personal station, cell station dan cordless
PABX. Sistem ini juga dapat dengan baik melayani servis network dan sebagai
value-added service dari jaringan PSTN/ISDN yang ada yaitu dengan memberikan
layanan mobility baik untuk layanan suara atau data.
Pasar PHS di Jepang
PHS dapat menyediakan service telekomunikasi bergerak dengan
kecepatan rendah dan dengan harga yang miring jika dibanding dengan sistem
selular. Oleh karena itu PHS berpeluang untuk merebut pasar service telepon
seluler.
Sesuai dengan ramalan kebutuhan oleh MPT, maka 30 % dari penduduk Jepang
akan menggunakan PHS, totalya sekitar 38 juta handset PHS akan beroperasi
sekitar tahun 2010. Gambaran ini diambil berdasarkan riset dengan menggunakan
kuesioner. Jika tiap satu keluarga membeli satu handset PHS maka akan menjadi
43 juta. Jika tiap satu orang membeli handset PHS maka akan menjadi 100 juta
yang beroperasi di Jepang. Sekarang, telepon cordles sedang bertambah dengan cepat. Pada akhir tahun 1992, total penjualan telepon cordless melebihi 14 juta unit. Tidak ada orang yang tidak pernah menggunakan telepon cordless, sebab banyak digunakan oleh keluarga. Cordless telepon memungkinkan mobility di dalam rumah dan kadang-kadang di luar rumah meskipun areanya terbatas.
Pada aplikasi indoor, maka segmen pasar PHS adalah perkantoran, industri , shoping / mall atau residential seperti apartemen.
Berbeda dengan teknologi seluler yang saat ini beroperasi, PHS dikembangkan untuk aplikasi piko atau mikro seluler. Radius tiap cell station antarra 100 – 500 m dengan transmit power 20 mW, 100 mW, 200 mW dan 500 mW. Dengan transmit power yang rendah tersebut, maka jam pemakaian terminal pelanggan akan lebih lama dibandingkan dengan terminal selular. Ukuran dan beratnyapun akan lebih kecil.
Target awal pemakai PHS pejalan kaki atau berkendaraan dengan kecepatan rendah, sehingga sangat cocok untuk daerah yang mempunyai kepadatan yang tinggi, dimana kekuatan sinyal seluler rendah.
Ada Tiga operator PHS di Jepang adalah DDI Pocket, ASTEL dan NTT Personal. Dibandingkan dengan seluler (Japanese Digital Cellular / JDC) harga terminal dan biaya bulanan akan lebih kecil.
Bisnis PHS tidak menempati pesaing langsung bagi bisniis seluler. Target pasar terbesar PHS adalah para teenager (ABG, anak muda), ibu rumah tangga dan pelanggan dengan income yang lebih rendah jika dibandingkan dengan pelanggan seluler.
Beberapa faktor yang menjadi keunggulan PHS di Jepang adalah sebagai berikut ::
- Mempunyai skala ekonomis yang besar (7 juta pelanggan s/d Juni 1997)
- Instalasi mudah, sehingga cepat diimplementasikan
- Investasi yang efisien melelui tahapan-tahapan
- Coverage are yang luas
- Mudah dalam perawatan
- Mudah untuk merelokasi terminal
- Biaya CS dan terminall yang rendah
- Kualitas sura dan kemampuan data yang tinggi (32 kbps)
- Terminal yang kecil
Untuk tarif PHS yang berlaku di Jepang adalah sebagai
berikut :
Monthly charge : 55 % x telepon seluler Call charge : 30 % x telepon seluler
Perbandingan tarif antara PHS, fixed telepon dan seluler di Jepang adalah sebagai berikut :
Tabel 2. Perbandingan
harga fixed telepon, PHS dan Selular
Sistem
|
Monthly fee (Yen)
|
Usage charge (Yen)
|
Handset (Yen)
|
Fixed telepon
|
1,750
|
30
|
3,000
|
PHS
|
2,700
|
40
|
20,000
|
Selular
|
4,900
|
130
|
35,000
|
PHS INTACTS
PT INTI , PT Telkom dan JRC (Japan Radio Company) telah
mengembangkan sistem dengan berbasis teknologi PHS yang diberi nama INTACTS
(INTI Telkom Advanced Cordless Telecommunications System). INTACTS diciptakan
untuk berbagai jenis aplikasi. INTACTS untuk penggunaaan di rumah memungkinkan
mobilitas dan dapat juga dibawa juga ke lingkungan perkantoran maupun publik
area yang ada base stationnya. Untuk keperluan bisnis, INTACTS meningkatkan
kemampuan panggil yang bagus bagi pekerja. Hal ini dapat meningkatkan income
dan efisiensi perusahaan. Terjadinya tumpang tindih pemasangan kabel karena
perubahan layout atau struktur organisasi dapat diminimalkan.
Sistem INTACTS meliputi sentral telepon (exchange) nirkabel, radio base
station dan handset. Sentral telepon nirkabel merupakan modifikasi dari sentral
telepon kecil buatan PT. INTI dengan nterface ISDN U ke radio base station.
Interface meskipun menggunakan 2B + D, menyediakan 4 kanal suara sebagai
pengganti sistem 2 kanal, karena pemakainan sistem voice coding ADPCM 32 Kbps. Trnsformasi sentral telepon digital kecil produk PT INTI menjadi sentral telepon nirkabel dilakukan dengan mengembangkan perangkat lunak baru dan tambahan modul perangkat keras baru yang disebut CSLIM (Cordless Subscriber Line Module). Modul ini kemudian dihubungkan ke cell station. Lebih dari 192 port dapat dibuat. Bagian nirkabel antara CS dan pesawat penerima menggunakan air interface standar PHS yang direkomendasikan oleh NTT Japan yang disebut RCR STD-28. Sistem dihubungkan dengan PSTN melalui 4 PCM30 link (4x2 Mbps) dengan E&M/SMFC signaling.
Jenis pelayanan INTACTS relatif sama dengan telepon mobile. INTACTS mempunyai kemampuan untuk handover, two – way calling, maupun panggilan langsung antar pesawat penerima. Hubungan langsung internnasional dan call barring (pembatasan hubungan) juga dimungkinkan. Perhitungan pulsa dilakukan oleh LAMA (Local Automatic Message Accounting) yang ada pada sentral telepon tanpa kabel.
INTACTS mempunyai segmen yang berbeda dengan sistem seluler (contoh GSM dan AMPS), karena aplikasinya memang berbeda. Sistem seluler digunakan untuk pelanggan dengan mobilitas yang tinggi dan jarak jankau yang jauh. Sedangkan INTACTS digunakan untuk melayani pelanggan dengan kecepatan yang lambat baik untuk aplikasi di rumah, perumahan maupun area bisnis yang memiliki kepadatan lalu lintas (trafik) yang tinggi pada jarak lebih kecil dari 1 km dari CS (cell station).
Gambar 6. Gambar
sistem INTACTS
Perbandingan PHS dengan Sistem Seluler
Perbandingan secara umum antara sistem seluler dengan
sistem PCS dapat ditabelkan seperti berikut ini :
Tabel 3. Perbandingan
PHS dan Selular
ITEM
|
PHS
|
CELLULAR SYSTEM
|
Radius tiap CS
|
< 500 m
|
1 sampai 15 km
|
Kemungkinan kecepatan handover
|
Kecepatan rendah
|
Kecepatan tinggi
|
Band frekuensi
|
1,9 GHz
|
800 MHz, 900 MHz, 1,8 GHz
|
Transmit power CS
|
Max 500 mW
|
500 mW sampai 50 W
|
Ukuran CS
|
Sekitar 1 – 10 liter
|
Sekitar 1800 liter
|
Penggunaan
|
Outdoor dan indoor (rumah dan kantor)
|
Outdoor / vehicular
|
Service network
|
Terhubung ke ISDN/PSTN
|
Independen network
|
Daerah yang cocok
|
Daerah urban atau suburban
|
Area luas, railway dan main road
|
Adapun feature-feature PHS yang tidak terdapat pada sistem
seluler adalah :
- Handset lebih kecil dan umur operasi lebih lama, karena transmit powernya lebih kecil
- CS yang lebih kecil dapat diinstal dimana saja, baik di underground shopping area, di dalam atau di atap gedung
- Handover PHS feasibel hanya untuk kecepatan terbatas
Kemungkinan PHS di Indonesia
Tahun 1998 akan merupakan tahun persaingan yang sangat keras
di bidang telekomunikasi nasional, baik telepon rumah biasa (pelanggan PSTN)
maupun telepon seluler. Pertarungan di PSTN lebih di masalah intern yang
terkait pada masalah global dan regional, terutama dampak krisis moneter. Pada
sistem seluler lebih karena semakin banyaknya operator yang mendapat lisensi
dari pemerintah.
Sampai sekarang ini ada tujuh operator seluler di Indonesia yang terdiri dari satu
NMT (Mobisel), tiga AMPS (Komselindo, Metrosel danTelesera) dan tiga GSM
(Satelindo, Telkomsel dan GSM XL). Tahun ini ada empat operator baru termasuk
PHS (PCS) di dalamnya. PT TELKOM (memiliki saham terbesar) bersama PT Indosat
dan PT INTI sengaja mengadop teknologi PHS sebagai PCS dengan akan didirikannya
perusahaan yang bernama TELKOM PERSONAL yang pada tahap pertama akan beroperasi
di DIVRE II. Sedangkan Indosat juga diberi kewenangan memiliki saham terbesar
akan menerapkan PCS tetapi dari teknologi DCS 1800. Bagi PT TELKOM, yang sudah banyak berkecimpung pada jaringan telepon tetap, maka implementasi PHS di lapangan merupakan nilai tambah dari jaringan PSTN/ISDN yang ada, yakni dengan memberikan layanan bergerak untuk suara atau data terutama untuk kondisi perkotaan, maupun sebagai jaringan pribadi baik untuk cordless PBX di perkantoran atau home cordless.
Tetapi yang perlu mendapat perhatian besar adalah rekan rekan kita di dinas operasional, apakah mereka sudah siap atau belum. Jangan sampai masalah-masalah yang terdapat pada implementasi WLL akan terulang di PCS. Perlu adanya pelatihan-pelatihan khusus untuk menangani PCS, karena berbeda dengan sistem sebelumnya, baik telepon kabel atau WLL.
Dari sisi konsumen dengan diterapkannya PCS akan menambah pilihan berbagai macam teknologi. Selain itu akan mengurangi jumlah harga puylsa yang harus dikeluarkan, dengan alasan jika pada saat hubungan dengan kecepatan rendah, maka akan menggunakan PCS sedangkan pada saat kecepatan tinggi menggunakan sistem selular. Apalagi dimungkinkan dengan sistem dual mode, maka akan secara otomatis menyesuaikan tanpa harus diubah secara manual.
Dengan adanya krisis moneter ini, maka status proyek PCS/PCN saat ini baik dalam skala regional maupun nasional ditunda untuk beberapa saat. Hal ini cukup beralasan karena kalau kita bicara masalah telekomunikasi bergerak, maka hampir infrastrukturnya sekitar 90 % adalah produk import.
Daftar Pustaka :
- PHS Guidebook (Ministry of Posts & Telecommunications, Japan).
- Laporan Kunjungan Tim Implementasi PHS ke Jepang.
- A Quick guide to PHS (NTT Corporation).q
Oleh Gunadi
Penulis adalah alumnus STTTELKOM, bergabung dengan DivRisTI pada Lab. Jarlokar sejak tahun 1996. Aktivitas sekarang diantaranya tergabung dengan tim implementasi PHS di Jakarta.
Artikel lain: Penulis adalah alumnus STTTELKOM, bergabung dengan DivRisTI pada Lab. Jarlokar sejak tahun 1996. Aktivitas sekarang diantaranya tergabung dengan tim implementasi PHS di Jakarta.
Subscribe to:
Posts (Atom)